Penulis : Muhammad Zidan
NIM : 200605110051
Halo Teman - Teman Semuanya!
Setelah postingan partisi hardisk pada Windows rasanya tidak lengkap jika, tidak dibahas juga partisi pada Sistem Operasi open source yaitu Linux, dan kali ini Admin akan menunjukkan caranya partisi hardisk pada distro Ubuntu.
Macam - Macam Partisi pada Linux adalah sebagai berikut :
1) Primary Partition
Partisi jenis ini merupakan partisi utama pada hardisk, pada partisi ini file dari sistem operasi lebih diutamakan daripada file lain. Bisa diartikan seperti drive C pada Windows.
2) Extended Partition
Secara umum partisi jenis ini kedudukannya sama dengan partisi primary yaitu merupakan partisi utama, namun partisi ini tidak dapat mengolah data scara langsung, harus dengan bantuan logical partition terlebih dahulu. Partisi ini merupakan pembungkus satu atau lebih dari logical partition.
3) Logical Partition
Seperti yang dikatakan sebelumnya, logical partition merupakan bagian dari extended partition, pada partisi ini data selain data sistem operasi disimpan. Jumlahnya dapat lebih banyak dari primary partition, pada windows biasanya ditampilkan dengan drive yang memiliki huruf dibawah C.
dan dibagi lagi menjadi beberapa bagian, sebagai berikut :
a. Partisi Root (/)
Merupakan tempat dari file instalasi dari sistem operasi berada.
b. Partisi /swap
Berfungsi untuk menambah memori ketika kapasitas RAM tidak mencukupi saat sistem menjalankan program.
c. Partisi /home
Merupakan tempat dari file pengguna linux, seperti dokumen, musik, video dan sebagainya.
d. Partisi /boot
Digunakan untuk menyimpan file dari boot loader dan semua image dari kernel.
e. Partisi /usr
Biasanya berisi file dari paket program, konfigurasi, library dan sebagainya.
f. Partisi /opt
Berisi file dari aplikasi yang dapat diakses oleh seluruh user.
g. Partisi /tmp (temporer)
Merupakan partisi yang disediakan untuk ruang sementara yang dibutuhkan saat menjalankan pekerjaan.
h. Partisi /var
Digunakan untuk menyimpan log file system (Perubahan saat sistem operasi berjalan normal)
i. Partisi /bin
Digunakan untuk menyimpan perintah-perintah yang telah digunakan oleh user biasa.
j. Partisi /etc
Digunakan untuk menyimpan file konfigurasi dari segala service dan program yang telah terinstal di dalam sistem.
k. Partisi /sda
Merupakan suatu logical partition yang telah dipartisi dari partisi extended. Partisi ini dapat diatur besar ukurannya sesuai dengan kebutuhan. Partisi ini dapat disebut sebagai hardisk SCSI pertama.
l. Partisi /sdb
Fungsinya sama seperti /sda, hanya saja partisi ini dikatakan sebagai hardisk SCSI kedua.
Sebelum melakukan Partisi Hardisk download terlebih dahulu gparted, untuk dapat melakukan partisi pada Linux
kemudian boot ke CD atau FlashDisk
Langkah - Langkah Partisi pada Sistem Operasi Linux distro Ubuntu
untuk pengguna selain emulator dapat loncat ke langkah ke - 2
- Buka pengaturan pada virtual machine sistem operasi Linux, dan tambahkan disk berupa iso, agar file iso gparted live yang sebelumnya telah di download bisa terbaca saat virtual machine di jalankan. Dan add ke direktori file gparted livenya.
- Kemudian jalankan virtual machine sistem operasi Linux-nya, dan akan muncul beberapa pilihan, pilih gparted live untuk melakukan partisi pada hardisk.
- Pada bagian ini, pilih “don’t touch keymap” supaya nanti tidak mengganggu keymap yang telah ada pada sistem operasi Linux.
- Memilih bahasa dengan memasukkan kode angka, disarankan bahasa yang sudah kita pahami, agar memudahkan proses partisinya nanti. (bahasa inggris terdapat di nomor 33).
- Kemudian jalankan gparted-nya dengan memilih opsi 0 kemudian tekan “enter”.
- Memilih hardisk yang akan di partisi, kemudian klik kanan pilih “Resize/Move” untuk mengatur kapasitas disknya.
- Disediakan menu untuk mengatur ukuran disknya. New size merupakan ukuran dari disk lama, dan free space merupakan ukuran disk baru, jika sudah selesai maka klik “Resize/Move”.
- Akan muncul disk kosong pada menunya, agar bisa dipakai klik kanan pada disk kosong atau disk baru tersebut kemudian pilih “new”, dan akan masuk ke menu ini, atur ukurannya pada “new size” dan nama disknya pada “Label”, kemudian klik “Add”.
- Jika sudah yakin, klik tanda centang di menu bagian atas untuk meng-apply seluruh hal yang dilakukan tadi.
- Disk baru siap digunakan.
Itulah langkah - langkah Partisi Hardisk pada Linux distro Ubuntu, mohon maaf apabila ada kurang dan salahnya.
Tetaplah belajar, Berdoa dan Berbuat baik
Sekian, Terima Kasih










Bagaimana pendapat anda tentang postingan ini?